
Sudah sejak lama katak dikenal manusia sebagai salah satu makanan lezat. Di rumah-rumah makan Tionghoa, masakan katak terkenal dengan nama Swike, yang berarti ayam air(swi yang berarti air, dan ke yang berarti ayam), karena paha katak yang gurih dan berdaging putih mengingatkan pada paha ayam. Sementara itu, di beberapa tempat di Jawa Timur, telur-telur katak tertentu juga dimasak dan dihidangkan dalam rupa pepes telur katak.
Daging katak mengandung manfaat yang sangat besar, terutama sebagai sumber protein hewani yang bergizi tinggi. Limbah katak yang tidak dipakai sebagai bahan makanan manusia dapat digunakan sebagai ransum binatang ternak, seperti itik dan ayam. Kulit katak yang telah terlepas dari badannya bisa diproses menjadi kerupuk kulit katak. Sedangkan kepela katak yang sudah terpisah dapat diambil kelenjar hipofisanya dan dimanfaatkan untuk merangsang katak dalam pembuahan buatan. Daging katak juga dipercaya dapat menyembuhkan beberapa penyakit, seperti gatal-gatal, tifus, asma, dan lain-lain.
Daging katak, selain bisa diolah dan dikonsumsi sebagai bahan makanan, juga dapat dijadikan sebagai barang ekspor yang berkualitas. Salah satunya adalah sebagai bahan baku dalam pembuatan sarung tangan yang mampu menghasilkan devisa negara. Indonesia merupakan salah satu negara terbesar pengekspor daging paha katak, mulai dari jenis penghuni sawah (Fejervarya sp) hingga penghuni perairan berarus deras (Limnonectes sp) yang umumnya berukuran besar (macrodon).
Beberapa jenis katak yang umum didapatkan di indonesia, di antaranya adalah:
- Bangkong bertanduk (Megophrys montana) terdapat di gunung-gunung.
- Bangkong serasah (Leptobrachium basseltii) terdapat di hutan.
- Bangkong sungai (Bufo asper) terdapat di sekitar sungai.
- Bangkong kolong (B. melanostictus) terdapat di lingkungan rumah.
- Belentung (Kaloula baleata).
- Kongkang kolam (Rana chalconota) terdapat di sekitar kolam, saluran air, dan sungai.
- Kongkang gading (Rana erythraea) terdapat di kolam dan telaga.
- Bancet hijau (Occidozyga lima) terdapat di sawah-sawah.
- Kodok tegalan (Fejervarya limnocharis) terdapat di sawah dan tegalan.
- Kodok sawah (Fejervarya cancrivora) terdapat di sawah dan pematang.
- Katak pohon bergaris (Polypedates leucomystax) terdapat di dekat kolam dan genangan di kebun.
- Precil jawa (Microhyla achatina).
Katak berperan sebagai indikator pencemaran lingkungan. Tingkat pencemaran lingkungan pada suatu daerah dapat dilihat dari jumlah populasi katak yang dapat ditemukan di daerah tersebut. Latar belakang digunakannya katak sebagai indikator lingkungan karena katak merupakan salah satu mahluk purba yang telah ada sejak ribuan tahun lalu. Jadi, katak tetap eksis dengan perubahan iklim bumi.
Tentunya, hanya manusialah yang mungkin menyebabkan terancamnya populasi katak. Salah satunya adalah pembuangan limbah berbahaya ke alam. Limbah berbahaya inilah yang bisa mengancam keberadaan katak pada daerah yang tercemar. Selain itu, penggunaan pestisida yang meluas di sawah-sawah juga merusak telur-telur dan berudu katak, serta mengakibatkan cacat pada generasi katak berikutnya.
Karena pentingnya kedudukan katak pada rantai makanan, maka pengurangan jumlah katak akan menyebabkan terganggunya dinamika pertumbuhan predator katak. Bahkan, terganggunya populasi katak dapat berakibat langsung terhadap punahnya predator katak.
cara Bisnis Lintah
cara Bisnis Bekicot
cara Bisnis Belut
cara Bisnis Lintah
cara Bisnis Bekicot
cara Bisnis Belut
No comments:
Post a Comment
"Terimakasih sudah membaca blog saya, semoga bermanfaat.. silahkan tinggalkan komentar"