Showing posts with label Tanaman Hias. Show all posts
Showing posts with label Tanaman Hias. Show all posts

Tuesday, April 6, 2010

Coleus Hibrida: Idola Sejak Era Victoria


Banyak jenis coleus asal Indonesia dikembangbiakan komersial di Amerika dan Eropa sejak zaman Victoria. Disilangkan antar jenis hingga menghasilkan hibrida, baru kembali ke Indonesia. Demikian diungkapkan Benny Tjia PhD, di nurseri Mj Flora, Bogor. Di kebunnya tengah dibudidayakan sekitar 20 jenis coleus untuk dipasarkan sebagaitanaman lanskap dan pot plant. Coleus dalam taksonomi lebih sering disebut sebagai Solenostemon. Sedangkan nama dagangnya adalah coleus atau miana.


Coleus yang mula-mula diperkenalkan sebagai tanaman hias adalah the flame nettle (S. scutellarioides) yang berasal dari Jawa. Tanaman ini ditemukan oleh Karl Ludwig Blume pada abad-19 masa pendudukan Belanda di Indonesia. Untuk menghormati jasanya, Solenostemon scutellarioides Ini lebih terkenal dengan sebutan Coleus blumei. Darijawo kemudian diperke-nalkan ke Eropa pada pertengahan tahun 1 820 pada era Victoria. RatuVictoria ini mengubah tren taman yang awalnya tidak tertata menjadi sebuah taman yang indah dengan sistem penataan khusus. Coleus men-jadi tanaman favorit pada masa itu karena siapapun bisa menanamnya. Dalam waktu 3 bulan dan bisa ditanam di dataran rendah hingga tinggi. Tumbuhan ini suka matahari langsung dan bisa hidup di lokasi ternaungi.

LANSKAP FAVORIT

Karena mudah dan indah, setiap clang ingin menanam coleus. Awalnya satu tanaman, kemudian dua, lima dan seterusnya. Jika Anda ingin menambah koleksi coleus dari jenis yang sama, Anda tinggal memotong bagian dari batang coleus (setek). Gardenerdi Amerika menumbuhkon setek coleus pada gelas yang diisi dengan air. Setelah tumbuh akar baru dipindahkan ke kebun. Kalau di Indonesia kebanyakan setek langsung ditanam di penyemaian hingga tumbuh akar. Semaian ditanam pada tanah gembur yang dicampur dengan kompos. Agar kelembapan terjaga, perlu disungkup dengan plastik. Disiram hingga tumbuh akar dan daun baru. Baru kemudian di-tanam di tanah atau di pot.

Selain itu, bisa juga dengan biji yang ditaburkan ke media. Biji coleus dihasilkan oleh bunga yang tangkainya panjang. Pada masing - masing tangkai terdapat kelopak cekung yang menyerupai mahkota bunga. Sedangkan bunganya yang asli menyembul dari dalam kelopak bunga bulat tersebut. Mahkota bunga melengkung berwarna putih dan ungu tergantung jenisnya. Bunga hanya mekar sehari, ukurannya seki-tar setengah sentimeter.

Biji berbentuk serbuk berwarna hitam mengilap seperti biji bayam. Satu tangkai bunga bisa menghasil-kan puluhan hingga ratusan biji. Untuk coleus hibrida bijinya tidak banyak, bahkan terkadang tidak ada. Coleus hibrida terus dihasilkan setiap saat di Eropa maupun Amerika yang menyebabkan kesulitan untuk menelusuri induknya. Penamaan-nyapun tidak sistematis sehingga bisa jadi jenis tanaman yang sama namanya beragam. Bahkan tidak mudah membedakan jenis yang hi-brida dan spesies. Para ahli tanaman menyepakati untuk menyebut silangan coleus sebagai coleus x hibridus. Jadi yang umum Anda temui di nurseri kebanyakan memang coleus hibrida. Untuk beberapa jenis, benihnya impor dari Florida. "Ini tanaman sini - sini saja," ujarnya menunjukkan coleus spesies yang diperoleh dari sekitarBogor.

Nah, Anda bisa berbagi setekan coleus yang cantik ini kepada teman Anda. Dijamin, tetangga akan ngiri melihat keindahan hamparan coleus. *

Teks/Foto: Titik Kartitiani Koleksi : Ml Flora, Bogor

Ragam coleus hibrida


RED HURRICANE,

"Orang Amerika menyukainya," terang Benny. Susunan daunnya melingkar - lingkar nampak unik. Warnanya merah menyala dan hijau muda.



GREEN HURRICANE

Bentuknya soma, melingkar yang diidentikkan dengan angin ribut. Warnanya domian hijau ditambah sedikit warna kuning.








BLACK NIGHT

Bentuknya masih mirip Hurricane, hanya warnanya tidak solid. terdapat warna ungu gelop yang berupa garis - garis tidak teratur. Warna dasar hijau.




BUTTERFLY

Pinggiran daun bergelombang dengan helaian yang panjang. Terdapat blok warna merah tua yang kontas dengan warna dasar daun.

KIWI FERN

Bentuk daunnya seperti daun paku jfern~, bergelombang di bagian tepi. Tiap helai daunnya seakan pecah membentuk helaian daun yang lebih kecil.




BARRET

Terdapat blok warna merah ma-run, kuning don ungu kehitaman. Blok - blok warna ini mengingatkan pada seragam tentARA






SUMBER :

Tuesday, February 9, 2010

Keindahan Varian Berstang Pendek

Sosok yang minimalis, semakin kecil – semakin dicari. Istilah itu mungkin cocok untuk menjelaskan fenomena pecinta tanaman hias saat ini. Bagaimana tidak, segala daya upaya sering dilakukan untuk membuat tanaman kerdil, seperti yang telah dilakukan pada bonsai. Dan sepertinya, hal ini juga terjadi pada anthurium, tanaman fenomenal.

Pada dasarnya, tidak semua jenis anthurium yang pertumbuhannya ‘irit’ disukai oleh pengagumnya. Jenis jenmanii misalnya, varian ini umumnya memiliki tingkat pertumbuhan yang relatif lamban. Itu jika dibandingkan dengan jenis hookeri dan gelombang cinta (gelcin). Untuk itulah, memiliki jenis ini dengan ukuran raksasa dan urat daun yang sempurna adalah gengsi tersendiri bagi sang pemiliknya.

Namun bagaimana dengan gelcin dan hookeri? Kedua jenis ini menempati peringkat pertama dan kedua jika dibandingkan saudara bungsunya jenmanii dalam hal perbanyakan dan pertumbuhan. Seringnya kedua jenis tumbuh dengan cepat dan besar, membuat banyak pencintanya kini lebih melirik jenis dengan sifat menyimpang yang umumnya selain warna, juga dilihat dari kecepatan tumbuh yang lambat atau jika boleh memakai istilah bonsai pada anthurium.

Panjang batang dengan daun yang lebar adalah ciri paling sering didapati dari jenis hookeri hijau, terutama jika jenis ini sudah menginjak usia satu tahun lebih. Biasanya jika mendapat nutrisi yang benar, maka jenis ini akan tumbuh dengan liar dan dengan tidak didukung lingkungan yang benar, maka batang pun tumbuh kian panjang dan jauh dari kesan rouset.

Demikian sekilas gambaran hookeri hijau yang banyak kita jumpai di setiap pameran bunga. Secara umum, jenis ini sering dihargai rata-rata Rp 1 juta untuk ukuran dewasa dan belum bertongkol. Namun berbeda dengan kondisi jenis yang satu ini. Bentuknya semi oval – sedikit memanjang.

Sepintas, bentuknya mengingatkan kita pada jenis garuda. Hanya lipatan khas yang biasa ada di pangkal daun garuda, tidak dimiliki jenis hookeri yang satu ini. Ia berbatang pendek, dengan pola tumbuh daun yang rouset. Mungkin Anda akan heran, jika jenis yang satu ini adalah anthurium jenis hookeri hijau.

Ahmad yang merupakan karyawan sebuah nurseri besar di Surabaya ini, mengaku kalau hookeri rawatannya ini sering menyita banyak mata orang yang melihat, baik itu saat dipajang di nurseri maupun saat diboyong ke setiap pameran. Bahkan tak hanya mereka yang suka anthurium, beberapa kali koleksinya ini sempat menarik minat juri untuk memberikan gelar dalam kesempatan beradu cantik anthurium. [adi]

Rahasia di Balik Batang Mini
Pada bonsai, ada istilah pruning batang dan akar. Tujuannya, untuk menjaga ukuran tanaman, sehingga tetap mini. Pada sansevieria, ada proses pembatasan akar dengan membuat media tanam dengan bahan tertentu, sehingga akar sulit berkembang. Dan di dunia adenium, kita mengenal magic dragon yang siap membuat daun dan ukuran tanaman jadi kerdil.

Lalu, bagaimana dengan anthurium? Pada dasarnya, menurut Ahmad, membuat kerdil itu susah-susah gampang. Sebab, terkadang tanaman ini tak membutuhkan perawatan tertentu untuk menjaga ukuran agar tetap tamping, terutama pada jenis hookeri yang umumnya memiliki stang panjang.

Ahmad mengatakan, jika kita sudah mengenal sifat dan kebutuhan anthurium, maka cara ini paling mudah dilakukan oleh siapa saja. Biasanya, permainan cahaya, lingkungan, dan suhu adalah kunci yang bisa membuat hookeri bisa tampil menawan dengan ukuran mini. Permainan cahaya yang dimaksud Ahmad adalah pemenuhan kebutuhan sinar ultraviolet (UV). Itu untuk proses fotosintesis hookeri agar cukup, tidak berlebih atau tidak sampai kekurangan.

“Jika kekurangan, batang akan tumbuh memanjang, sampai daun mendapat paparan sinar matahari yang cukup. Sedangkan jika kebanyakan, akan berakibat buruk pada daun yang akan mengalami gosong,” ungkap Ahmad.

Ukuran paparan sinar UV yang sesuai pada hookeri yang akan dibuat mini pada dasarnya sama dengan kebutuhan sinar jenis anthurium yang lain, yaitu sekitar 20% – 40% dari sinar matahari secara keseluruhan. Kedua adalah faktor lingkungan. Dalam membuat lingkungan yang ideal, usahakan untuk tidak menumpuk angin pada satu sisi.

Caranya, membuat ventilator bekerja dalam mengatur angin, sehingga muncul jalur satu arah. Umumnya, gerak angin yang sesuai adalah dari samping menuju atas. Namun pemanfaatan kecepatan angin sebaiknya juga diatur, jangan terlalu cepat dan kuat, juga jangan terlalu lemah. Sebab, jika terlalu cepat daun tidak akan rouset.

Dan sebaliknya – jika angin lemah – maka hookeri akan mudah menderita dehidrasi dan rawan sakit. Dan cara terakhir untuk membuat hookeri tetap kerdil dan terlihat sehat adalah dengan menstimulasi suhu ruangan mendekati daerah dataran tinggi. Umumnya, anthurium suka dengan lingkungan dengan suhu antara 22-25 0C.

Selain bisa menggunakan lantai bata atau lebih mudahnya dengan air conditioner (AC), cara lain juga dapat diadopsi dari perawatan anggrek, yaitu dengan menggunakan penyemprot spray otomatis. Selain penerapan luar – dalam hal kebutuhan nutrisi – sebaiknya juga dijaga. Seperti pada anthurium yang lain – hookeri – terutama hookeri hijau (yang sering tumbuh dengan batang dan daun bongsor), memerlukan phospor dan kalium tinggi.

Jika perawatan benar dan pemberian nutrisi tepat, jangan heran jika jenis hookeri yang sering tumbuh liar dan jauh dari indah ini, bisa tampil ideal dengan daun minimalis yang rouset. Selamat mencoba.

Saturday, January 9, 2010

Foto Tanaman Aglonema



Campuran


Campuran


Buntut Tokek

Donna Carmen Variegata

Dud Anjamanii

Gatot Kaca

Rossa

Yellow Green Velvet

Tuesday, January 5, 2010

Jenis Hormon Untuk Tanaman Hias tidak semua tanaman

Jenis Hormon Tanaman Hias

  • Auxin

Untuk merangsang pertumbuhan akar pada stekan ( merekdagang Rootone-F ) .

  • Giberelin ( GA3 )

untuk memicu munculnya bunga dan pembungaan yang serempak oleh para breeder ( merek dagang ProGib ) .

  • Sitokinin

Untuk merangsang tumbuhnya tunas pada kultur jaringan atau pada tanaman induk ( sering tidak optimal untuk tanaman dewasa ) . Gunakan dalam dosis kecil ( merk dagang Novelgrow ) .

  • Retardan

Untuk mengompakkan pertumbuhan batang agar tanaman terlihat sangat baik . Pada komposisi dan perlakuan tertentu dapat merangsang pertumbuhan tunas anakan dengan cepat dan serentak . Tidak disarankan untuk para pemula karena dapat menghentikan pertumbuhan tanaman dalam jangka waktu cukup lama ( yang biasanya digunakan adalah Paclobutrazol dengan merk dagang Cultar ) .

Untuk dosis dan cara aplikasinya , ikuti petunjuk yang ada pada kemasan .

Saturday, January 2, 2010

TANAMAN HIAS BONSAI LOA


Halo para penggemar bonsai di mana saja anda berada. Saya bergabung dengan anda bertujuan untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai tanaman bonsai. Pengalaman pribadi saya akan saya bagi menjadi per jenis tanaman bonsai, karena tiap tanaman memiliki sifat dan karakter tersendiri. Pertama disini saya hendak menceritakan pengalaman saya mengenai jenis Loa (ficus glomerata). Loa yang dibahas pertama adalah Loa varigata, dengan ciri-ciri daunnya belang kuning muda dan hijau (foto segera menyusul), yang kelainan dari Loa biasa yg warna daunnya hanya hijau.

Bahan bonsai Loa Varigata ini saya beli di daerah utara Bandung pada awal tahun 2004. Saya mengemudikan mobil sambil membawa karyawan saya untuk menunjukkan jalan. Setelah sampai dirumah penjual bonsai, saya lihat disana ada puluhan bonsai small dan mame. Diantaranya ada beberapa pohon telah menjadi bonsai yang bagus, sementara beberapa pohon lainnya masih bahan dan setengah jadi. Kemudian kami diajak pergi melihat ke kebunnya yang terdapat bahan-bahan bonsai yang ditanam ditanah dan dalam polybag. Ada yang berasal dari biji, setekan, cangkokan dan hasil buruan dari alam.

Dikebunnya saya lihat ada satu pohon Kaliandar Varigata yang berbunga merah tua bergerombol seperti bunga bungur, dan saya berminat untuk membelinya. Tetapi sayang bapak tersebut tidak menjualnya dengan alasan karena sedang musim kemarau, sehingga akan mati apabila digali dari tanah. Saya merasa heran karena pohon ini sudah mencapai tinggi 2 meter dan sudah banyak anaknya. Mengapa bapak ini tidak memisahkan anaknya dan menanamnya dalam pot atau polybag untuk dijual. Menurut saya pohon ini betul-betul bagus, karena memiliki daun belang kuning dan hijau yang sangat kontras ditambah dengan bunga merah tua yang menyolok, saya belum pernah menemukannya dipasaran tanaman hias. Sungguh menarik perhatian dan saya kira pasti banyak orang yang mau membelinya.

Ketika sedang berbincang-bincang, bapak ini mengatakan memiliki Loa varigata, tetapi pertumbuhannya tidak bisa subur. Mendengar hal tersebut justru menarik penasaran saya untuk mau tahu pohon Loa varigata ini. Memang saya senang sekali mengumpulkan pohon langka, lebih-lebih jenis langka yang bisa dibikin bonsai. Saya melihat kearah yg dia tunjukan pohon Loa tersebut, ditanam dalam polybag dan medianya hanya sekam padi saja, ditaruhnya ditengah-tengah pohon-pohon yang lebih tinggi dari loa ini, sehingga kemungkinan penyiramannya jadi tidak tuntas karena terhalang pohon-pohon tinggi ini. Sinar matahari pun hanya kena tidak lebih dari 1 jam, dan yang varigatanya hanya dibagian puncak pohon cuma 3 ranting saja. Sedangkan dibagian bawah pohon banyak ranting hijau yang tidak dibuang, sehingga yang varigatanya kalah oleh yang aslinya, Jadi saya kira penyebabnya tidak bisa subur adalah karena faktor di atas.

Setelah saya beli dan dibawa pulang ke rumah, saya langsung melakukan re-potting dengan memakai media sebagai berikut: 1 bg tanah yang gembur + 2 bg humus + 1 bg pasir Malang . Sebelum media campur ini dimasukkan ke dalam pot, dasar pot ditaruh potongan ram nyamuk untuk menutup lubang didasar pot. Diatas ram diberi pasir kasar ukuran -+ 2-3mm menutupi ram nyamuk, diatas pasir kasar diberi selapis pasir ukuran -+ 1mm, diatasnya lagi diberi selapis gemuk kambing yang sudah matang campuran dgn sekam padi dgn perbandingan 1:1. Terakhir setelah membuang dari pangkal batangnya semua ranting-ranting yang daunnya hijau, dan seluruh daun termasuk daun yang varigatanya, baru dicabut Loa ini dari polybag dan dikorek gumpalan tanahnya.

Kemudian menggunting dan membuang akar tunjang dan akar yg sudah kebesaran, baru ditanamlah loa varigata ini dengan media campuran diatas kedalam pot yg sudah disediakan itu. Setelah beres ditanam dan disiram, taruhlah di tempat teduh. Kemudian sampai sudah keluar tunas baru, ditempatkan pada tempat yang kena sinar matahari pagi kurang lebih 2 jam saja. Setelah keluar banyak daun varigatanya, baru full dijemur, dan begitu keluar tunas daun hijau langsung dibuang.

Hasilnya setelah 6 bulan, pohon ini menjadi subur dan saya pun mulai membentuknya dgn gaya slenting. Sampai kini setelah kurang lebih 2 tahun dengan perawatan dan perhatian, 80% jadilah bonsai yang memenuhi syarat. Saya akan merawatnya sampai sempurna, dengan tujuan natinya untuk ditandingkan dipameran bonsai.

Namun pada suatu hari ada penggemar bonsai dari luar kota Bandung datang ke tempat kami untuk melihat bonsai. Dan bapak ini menjadi demikian terpesona ketika melihat bonsai Loa varigata ini, sehingga bersikeras ingin membelinya. Karena saya pun pernah mengalami kondisi seperti bapak penggemar bonsai ini, maka saya pun memahami perasaan bagaimana jika ingin memiliki barang yang kita hobi, apalagi barang itu bagus dan langka. Dengan memaksa menyodorkan uang yg menurut saya cukup wah, dan juga karena saya sudah punya anaknya yang didapat dari cangkokan dimana nantinya saya pun masih bisa membuat bonsai jenis ini lagi, akhirnya saya melepaskan juga bonsai ini (saya pun merasa bangga bonsai karya saya sendiri ada orang yg menyenanginya).

Demikianlah pengalaman saya, cara meripotting dan menanam bakalan maupun bonsai jadi, yang ternyata menjadi subur dengan media yang saya buat khusus untuk pohon Loa yg senang air ini. Semoga pengalaman saya ini bisa berguna bagi teman-teman pehobi bonsai. Terima kasih atas perhatian anda dan sampai jumpa pada blog berikutnya, dimana saya akan menceritakan pengalaman saya mengenai cara menanam dan merawat pohon Black Pine (umumnya jenis pine).

AKIAN - www.bonsaistar.com dan www.junsgallery.com