Showing posts with label Peternakan. Show all posts
Showing posts with label Peternakan. Show all posts

Thursday, September 10, 2015

Sistem Poligami dan Monogami Pada Penjodohan Kenari

Berbagai artikel tentang khusus burung kenari sudah di posting di blog ini yaitu seperti :

Untuk melengkapi postingan diatas kali ini tipskenari akan menshare postingan tentang :

 Sistem Poligami dan Monogami Pada Penjodohan Kenari

Ada dua sistem penjodohan dalam beternak burung kenari, yaitu monogamy danpoligami, monogami adalah proses penjodohan dengan sistem berpasangan dimana 1 jantan dan 1 betina disatukan dalam 1 kandang ternak, pasangan ini terus disatukan sampai salah satu diantara pasangan tersebut ada yang mabung atau sakit baru dipisah. 


Sistem poligami yaitu 1 jantan di jodohkan dengan beberapa betina, atau sebaliknya satu betina dikawinkan secara bergantian (tentunya setelah selesai mengeram) dengan beberapa pejantan. Cara kawin poligami bermacam-macam ada yang jantan dan betinanya disatukan sampai si betina mengeram, pada saat betinanya mengeram jantannya dipisahkan dan dijodohkan dengan betina lain yang sudah siap ternak. Ada juga yang si jantan dimasukkan ke kandang ternak pagi hari kemudian sore harinya dipisah. Ada juga yang memasukkan jantan ke kandang betina hanya pada pagi hari sekitar jam 07.00 dan malam hari sekitar jam 20.00, memang ada bermacam cara untuk mengawinkan pada sistem poligami ini.

Kedua sistem (poligami maupun monogami) mempunyai keuntungan dan kerugiannya, keuntungan monogami yaitu indukan jantan tidak diporsir, anaknya relative lebih baik karena dipelihara oleh kedua indukannya dll. Kerugiannya kurang ekonomis karena membutuhkan banyak pasangan indukan, membutuhkan pakan dan sarana penunjang yang lebih banyak dll. Keuntungan sistem poligami lebih ekonomis 1 jantan bisa dijodohkan dengan beberapa betina, jika perawatannya betul kesehatan kenari jantan relative lebih baik karena kenari jantan tidak selamanya didalam kandang ternak setelah mengawini betinanya si jantan dipisah. Kerugian jika penangannya salah stamina jantan terporsir karena dijodohkan dengan beberapa betina, jika diporsir stamina jantan akan drop. Tentunya masih ada lagi keuntungan dan kerugian masing-masing system perjodohan tersebut, akan kita temukan setelah kita menjalani sebagai peternak.

Semua cara diatas dilakukan setelah si peternak mengetahui dari karakter kedua indukan, karakter kenari jantan bermacam-macam ada yang ketika dimasukkan kandang ternak langsung mengejar betinanya untuk kawin, ada jantan yang adem-ayem ketika dimasukkan ke kandang ternak cuek bebek, ada juga jantan yang kurang ajar ketika dimasukkan ke kandang ternak malah berantem dengan betinanya. Demikian juga dengan karakter kenari betina ada beberapa indukan betina ketika jantannya dipisah keluar sarang dan tidak mau mengeram, ada betina yang sedang mengeram ketika mendengar jantan berkicau keluar dari sarang.

Untuk menanggulangi semua kasus diatas kita sebagai peternak harus mendalami karakter indukan kenari yang akan diternak, dengan mengetahui karakter setiap individu maka penanganan setiap indukan berbeda. Penanganan yang terbaik adalah menyesuaikan karakter indukannya, jika ada betina ketika dipisah dengan jantannya keluar sarang dan tidak mau mengeram berarti induk betina ini tidak bisa di poligami. Untuk jantan yang terlihat adem ayem kalau ingin dipoligami dipisah ketika induk betinanya sudah mengeram.

Sharing ini saya ambil dari pengalaman mas sofyan dengan sedikit perubahan redaksi untuk menambahkan beberapa pengalaman pribadi dan para peternak burung kenari yang lain, semoga bermanfaat.


Infokenari ini disarikan dari http://aekokenari.blogspot.com/

Thursday, June 18, 2015

Cara Beternak Kenari Bagi Pemula

Mungkin sudah menjadi topik yang basi bagi sebagian kalangan untuk membahas langkah dan tips beternak kenari bagi pemula. Menilik dari berbagai sudut pandang ternyata memulai kegiatan beternak kenari mampu menyinggung banyak persoalan yang kadang dianggap sepele namun berdampak besar terlebih bagi beberapa orang yang ingin memulai kegiatan beternak burung kenari ini tanpa referensi yang dibilang cukup.


ilustrasi:tipskenari

Melalui tulisan yang masih banyak kurangnya ini saya berusaha menuangkan beberapa gagasan serta opini beberapa rekan yang secara nyata terjadi di sekitar kita terkait masalah beternak kenari bagi pemula ini. Jadi pada dasarnya siapa sajakah yang dapat memulai usaha beternak kenari ini? jawabannya adalah mereka yang mau dan mampu mengelola, merawat dan berorientasi untuk menyejahterakan burung tangkaran dengan pengetahuan serta relasi dengan peternak lainnya. Tidak ada batasan umur ataupun jenis kelamin, berbagai strata sosial pun bisa memulai usaha ini, namun ternyata dalam perkembangannya untuk memulai usaha ini tidak semudah yang dikira.

Langkah awal yang perlu ditentukan dalam beternak adalah memahami dan belajar mencari informasi secara detail mengenai burung kenari berikut jenis-jenisnya meliputi perawatan, sifat jenis/strain nya. Setelah itu kemudian mencocokkan dengan kemampuan beli indukan yg akan ditangkarkan yang meliputi dana dan skill/pengalaman untuk menangkar. Ada baiknya jika bagi rekan-rekan yang ingin memulai usaha beternak kenari bisa dimulai dengan menangkarkan jenis yang relatif mudah dalam perawatan dan mudah untuk mendapatkan bahannya dengan kata lain kita memulai dengan cara yang efisien sehingga tidak akan berakhir dengan kekecewaan. Satu lagi adalah kejelian dan kemampuan membedakan jenis kelamin jantan dan betina, beberapa tips simpel dapat membedakan jenis kelamin tersebut
 
http://burungkenari.files.wordpress.com/2009/06/sexing.jpg


Tempat penangkaran bisa disesuaikan dengan keadaan namun yang terpenting usahakan mendapat sirkulasi udara yang baik, sirkulasi cahaya yang baik serta menyediakan tempat yang memungkinkan untuk melakukan penjemuran.Ukuran sangkar sebaiknya mempunyai besar yang cukup sesuai dengan besar kecilnya burung yang ditangkarkan, menurut pengamatan saya burung kenari lebih sering terbang secara horizontal ketimbang vertikal jadi mungkin sangkar ternak bisa diatur mempunyai lebar yang cukup dengan asumsi tinggi yang memadai juga. Sebenarnya tidak ada ukuran baku untuk besar kecilnya sangkar penangkaran namun bisa dikira-kira (lebih baik kebesaran ketimbang kekecilan).


Pakan, multivitamin serta obat-obatan banyak dijumpai di toko poultry atau toko burung/unggas bahkan di pasar burung, begitu pula dengan pernak-pernik sangkar yang juga mampu dijumpai di sana. Saat semua sudah tercukupi maka praktek pun segera dilakukan. Empat (4) poin penting dalam penangkaran burung pada umumnya adalah masalah perawatan, kebersihan, perlakuan dan gizi. Semakin baik 4 faktor tersebut terpenuhi maka semakin mudah dalam mencapai produktifitas yang nantinya akan berlanjut ke masalah kuantitas dan kualitasnya.

Seiring berjalannya waktu maka mental peternak/penangkar haruslah tahan banting menghadapi beberapa faktor alam seperti cuaca yang akan mempengaruhi pencahayaan dan kemudian kondisi udara. Selain itu perlu diingat atau kalau perlu dicatat bahwa resiko beternak hewan macam apapun adalah resiko KEMATIAN hewan yang ditangkarkan sehingga mental peternak haruslah siap untuk menghadapi hal tersebut. Akan lebih baik jika mencatat setiap generasi yang ada dan muncul setiap waktunya ataupun menggunakan ring (leg band) sebagai pembawa identitas peternak/penangkar.

“ketika seseorang memulai usaha beternak kenari maka yang dibutuhkan (hanya) kesabaran, keuletan serta motivasi untuk mencetak kenari sebaik mungkin dengan pola beternak yang sejelas dan sebaik mungkin, rejeki akan menyusul belakangan”

Berbagai pengalaman seputar belajar menangkarkan burung kenari dapat ditemukan di blog ini, akhir kata Selamat mencoba dan selamat berbagi. Sukses untuk ANDA!!

Saturday, April 25, 2015

Tips Mempercepat Produksi Kenari

Tips Mempercepat Produksi Kenari
Jemur Rutin dan Probiotik Stabilkan Birahi

Setiap pagi antara jam 8:00-9:00 dijemur secara rutin, cara ini bisa membuat indukan menjadi lebih cepat birahi. Setelah kawin, beberapa waktu kemudian betina akan bertelur. Selain itu pemberian probiotik untuk breeder juga sangat bagus agar jantan dan betina bisa birahi berbarengan, dengan demikian telur relative berisi dan kelak anakan juga lebih cepat pertumbuhannya serta sehat.



Saat indukan sudah mulai buat sangkar (sosoh) penjemuran tetap dilakukan, namun perlu kejelian agar jangan sampai setelah ada telur kita angkat, makanya setiap mau dijemur perlu ditengok dulu ada telur apa belum, kalau sudah ada telur, stop dulu penjemurannya sampai menetas. Kalau anakan sudah menetas dan sedikit besar, indukan boleh mulai dijemur lagi tapi jangan terlalu lama, sebentar saja sudah cukup sekedar untuk menghangatkan.



Jangan sampai terlambat mengangkat anakan saat dijemur karena bisa berakibat kematian, karena fisiknya belum cukup kuat untuk menghadapi cuaca yang panas, atau juga terlalu dingin, jadi di kandangnya perlu dikasih penghangat sesuai dengan kebutuhan burung.