Showing posts with label Penyakit. Show all posts
Showing posts with label Penyakit. Show all posts

Tuesday, August 15, 2017

burung



Dibandingkan dengan burung lainnya, lovebird merupakan burung yang paling sering mendapatkan serangan penyakit snot. Hal ini biasanya disebabkan, terutama, karena kurangnya kebersihan sangkar. Penyakit ini harus diatasi dengan segera dan metode yang tepat sebab sering kali menjadi penyebab kematian.

Untuk mengobati penyakit snot, tidak harus menggunakan obat kimia yang sudah banyak beredar di pasaran. Secara tradisional, air seni kita dapat dimanfaatkan sebagai obat alternatif yang sangat murah untuk mengobati snot pada lovebird.

Sepanjang tidak telat dan dilakukan dengan metode yang benar, air seni ini sangat ampuh mengobati air snot. Untuk itu, ikuti cara pengobatan snot pada burung lovebird sebagaimana dijelaskan dalam video ini.

Backsound credit by bensound.com
Thumbnail credit by http://www.thetattoohut.com

Sejak dipublikasikan pada 22 04 2017 - 17:20:54 Video ini telah dilihat sebanyak 12456 kali, di antara Penonton ada 17 orang yang likes, dan Jumlah yang membenci Video ini adalah: 4. Video ini difavoritkan oleh 0 orang dan sudah dikomentari sebanyak 4 kali, Video yang memiliki Panjang 2 Minute(s) 40 Second(s) ini, masuk dalam Kategori Film & Animation5

Video yang berjudul TERNYATA... AIR SENI KITA MAMPU SEMBUHKAN PENYAKIT INI PADA BURUNG LOVEBIRD dipublikasikan oleh Channel Nyonya Bagus dengan Channel ID UCl67iWQlrmf7vC2gJQtFEiw pada 22 04 2017 - 17:20:54

Video Terkait Video TERNYATA... AIR SENI KITA MAMPU SEMBUHKAN PENYAKIT INI PADA BURUNG LOVEBIRD

  • Love Bird
    Love Bird


  • Love Bird Juara Nasional Ngekek Panjang !!! Ampuh Pemancing Love Bird
    Love Bird Juara Nasional Ngekek Panjang  !!! Ampuh Pemancing Love Bird
    Love Bird Sang Juara Nasional.

  • Mengatasi Lovebird yang CABUT BULU
    Mengatasi Lovebird yang CABUT BULU
    Lovebird cabut bulu biasanya disebabkan karena OB.

  • Kompilasi Kasar TERBUKTI AMPUH untuk masteran LOVEBIRD, CUCAK JENGGOT dan CILILIN
    Kompilasi Kasar TERBUKTI AMPUH untuk masteran LOVEBIRD, CUCAK JENGGOT dan CILILIN
    BISMILLAH LA HAULA WALA QUWATA ILLA BILLAH.
    KOMPILASI BEBERAPA SUARA KASAR INI SUDAH TERBUKTI AMPUH UNTUK MASTERAN ...

Monday, July 13, 2015

TIPS PERAWATAN MURAI SERAK KARENA KROTO BASI

TIPS PERAWATAN MURAI SERAK KARENA KROTO BASI


Masalah ini paling sering muncul. Hampir semua artikel mengenai perawatan burung berkicau selalu menyertakan aktivitas penjemuran, di samping setelan pakan dan extra fooding, mandi, dan pemasteran.

Beragam informasi mengenai cara penjemuran burung berseliweran di internet. Kalau tidak hati-hati dalam menyaring informasi tersebut, kita sering terjebak untuk membenarkan apa saja yang ditulis dalam artikel tersebut.

Satu hal yang selalu dianjurkan dalam melakukan penjemuran adalah sebagai berikut:
Waktu penjemuran : diusahakan dalam rentang waktu pukul 08.00 – 11.00.
Durasi penjemuran: diusahakan dalam kisaran 1-2 jam, disesuaikan dengan kondisi dan karakter burung.

Sebagai contoh, Anda mulai menjemur pukul 08.00 dengan durasi 1 jam, berarti burung harus segera diangkat pukul 09.00. Jika ingin menjemur mulai puku 08.30 dengan durasi 2 jam, maka burung harus sudah diangkat pukul 10.30.

Pukul 11.00 merupakan batas maksimal waktu penjemuran, tetapi bersifat relatif. Di daerah yang berhawa sejuk seperti Bogor, Kaliurang, dan Batu, batasan waktu ini sangat tepat. Tapi bagi kota berhawa panas seperti Semarang, Jakarta, atau Surabaya, batasan maksimal bisa sedikit dikurang menjadi pukul 10.00 – 10.30.

Untuk mencegah kemungkinan serak, prinsip “lebih cepat lebih baik” perlu diterapkan. Maksudnya penjemuran dilakukan mulai 08.00, dengan durasi 1-2 jam. Ini jauh lebih aman. Sebab, seringkali kita tidak menyadari bahwa penjemuran terlalu lama bisa membuat individu murai batu tertentu mengalami heat stress.

Dalam kondisi awal, burung yang mengalami heat stress akan terlihat gelisah, sering turun ke plangkringan, suaranya menjadi serak, dan mulai jarang berbunyi. Maka, ketika Anda melakukan penjemuran dan melihat MB dengan gejala seperti ini, bisa dipastikan inilah penyebab utama mengapa suaranya menjadi serak.

Agar tidak mengulangi kesalahan yang sama, durasi penjemuran perlu dikurangi di hari-hari berikutnya, setelah burung sembuh dari seraknya.

Solusi :
Untuk sementara waktu, stop dulu penjemuran.
Burung setiap hari dikerodong secara penuh, tetapi kotorannya harus dibersihkan dua kali sehari: pagi dan sore hari.
Berikan BirdTwitter selama 3-4 hari, atau sampai kondisi seraknya hilang. Untuk penggunaan yang efektif, silakan lihat cara pakainya di link tersebut.
Khusus MB yang serak akibat heat stress, penanganan tidak boleh ditunda lagi. Sebab jika tidak segera ditangani, sangat mungkin gejala heat stress akan melebar menjadi heat stroke.

Jika gejala stress terlihat ketika burung masih dijemur, Anda bisa meringankan penderitaannya dengan cara menyemprotkan air ke tubuhnya, secara bertahap, sampai akhirnya basah kuyup, lalu dianginkan. Selebihnya mengikuti solusi di atas.
2. Serak akibat mengkonsumsi kroto basi
Kroto sampai saat ini masih menjadi pakan favorit bagi sebagian besar burung berkicau. Sampai-sampai muncul anggapan bahwa burung ocehan tanpa kroto tidak akan bersuara bagus dan gacor. Ketergantungan inilah yang terkadang merepotkan kicaumania ketika pasokan kroto di pasaran menipis atau bahkan kosong (ayo, siapa mau bikin produk kroto dalam kaleng, he..he..).

Celakanya, situasi ini sering dimanfaatkan oknum pedagang nakal, misalnya mencampur kroto dengan bahan pengawet berbahaya seperti formalin. Ada pula yang mencampur kroto dengan semut mati, belatung, dan sebagainya. Bahkan tidak sedikit pula yang mencampurkan sedikit kroto basi ke dalam kroto segar dengan perbandingan tertentu.

Sesedikit apapun bagian kroto basi yang dicampurkan ke kroto segar, ketika bagian itu disantap murai batu, maka sangat mungkin membuat burung sakit. Kroto basi biasanya sudah mengalami perubahan warna, aroma, dan rasa. Hal itu karena tumbuhnya cendawan / jamur, atau bisa juga mikroba negatif, dalam kroto basi tersebut.

Ketika MB mengkonsumsi kroto basi, tentu mikroba akan masuk juga ke saluran pencernaan dan akan berbiak di sana, serta menyebar ke jaringan tubuh lainnya, termasuk pita suara dan saluran pernafasan. Inilah sebabnya mengapa murai batu yang mengkonsumsi kroto basi sering mengalami serak.

PERAWATAN MURAI SERAK:
Pisahkan burung yang terinfeksi, agar tidak menular ke burung lain yang sehat. Lebih baik lagi jika Anda memiliki kandang karantina, yang cara pembuatannya sudah pernah dijelaskan di sini.
Obati burung yang sakit dengan BirdBlown secara teratur, untuk mengusir mikroba dan/atau cendawan yang masuk ke saluran pernafasan.
Bersihkan wadah pakan, termasuk cepuk kroto, dan ganti dengan kroto yang benar-benar segar.

Untuk memperluas wawasan kita tentang murai batu maka info murai senantiasa memberikan informasi-informasi lainnya. semoga bermanfaat bagi kicaumania semua. terimakasih

OBAT DAN VITAMIN UNTUK MURAI BATU
MURAI BATU PARUH CELAH DAN MITOSNYA
BAHAN-BAHAN UNTUK MENANGKAR MURAI
MURAI YANG PANDAI DAN UNIK

Dan artikel-artikel yang baru saja dibaca pengunjung di blog murai ini

MACAM-MACAM JENIS MURAI YANG DICARI PENGHOBBY
MENANGKAR MURAI BATU DISANGKAR GANTUNG
MURAI BATU SERAK DAN TIPS SOLUSINYA
MURAI BATU LIAR DAN TIPS MENJINAKKANNYA

Sunday, July 12, 2015

Obat dan Vitamin untuk Murai Batu



Berikut adalah Vitamin dan Obat-obatan untuk Burung Murai Batu yang tersedia di pasaran serta kegunaannya.

Vitamin perlu disiapkan agar burung Murai Batu tetap sehat, terutama untuk mengantisipasi atau mencegah terjadinya gangguan kesehatan yang akan terjadi pada burung Murai Batu kesayangan Anda.

Adapun jenis dan merk vitamin yang bisa digunakan untuk Murai Batu yang terdapat di pasaran adalah :


1. Vitafit (bubuk) ; Untuk menjaga kesehatan burung.
2. Vitasol (cairan) ; Untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
3. Vitalur (cairan) ; Untuk indukan yang ditangkarkan.
4. Growvit (bubuk) ; Untuk mempercepat pertumbuhan bulu.
5. Rontok Bulu (cairan) ; Untuk merontokkan bulu.
6. Metabolisme (cairan) ; Untuk mengatasi kesulitan ganti bulu.
7. Chang Vit (cairan) ; Multi Vitamin pendongkrak stamina.
8. Madu Kicau (cairan) ; Untuk menambah gairah dan birahi burung.
9. Zenka (cairan) ; Untuk perontok bulu.
10. BnR Vit-1 (cairan) ; suplemen penambah stamina.
11. Super Breeding (cairan) ; Probiotik untuk melancarkan reproduksi.
12. Ferro-fit (Kapsul) ; Multi vitamin penambah stamina.
13. Mineral burung.
14. Minyak Ikan


Penggunaan Obat-obatan diperlukan untuk upaya pencegahan terhadap gangguan penyakit atau memang untuk mengobati burung Murai Batu yang dalam keadaan sakit tertentu. Merk dan jenis obat-obatan untuk murai batu yang ada di pasaran antara lain :


1. Anti Snot (cairan) ; Untuk mengatasi mata berair dan burung lesu.
2. Vitabird (cairan) ; Obat sakit mata pada burung.
3. Vitasol (cairan) ; Untuk mengobati burung yang kurang sehat.
4. Teravit (cairan) ; Untuk obat burung sakit, lesu, tidak nafsu makan.
5. Nafas 1 (cairan) ; Untuk mengobati gangguan pada pernafasan.
6. Nokutu (cairan) ; Untuk mengobati Kutu melalui pembuluh darah.
7. Master (cairan) ; Obat kutu atau shampoo burung.

Untuk memperluas wawasan kita tentang murai batu maka info murai senantiasa memberikan informasi-informasi lainnya. semoga bermanfaat bagi kicaumania semua. terimakasih

OBAT DAN VITAMIN UNTUK MURAI BATU
MURAI BATU PARUH CELAH DAN MITOSNYA
BAHAN-BAHAN UNTUK MENANGKAR MURAI
MURAI YANG PANDAI DAN UNIK

Dan artikel-artikel yang baru saja dibaca pengunjung di blog murai ini

MACAM-MACAM JENIS MURAI YANG DICARI PENGHOBBY
MENANGKAR MURAI BATU DISANGKAR GANTUNG
MURAI BATU SERAK DAN TIPS SOLUSINYA
MURAI BATU LIAR DAN TIPS MENJINAKKANNYA

Friday, July 10, 2015

TIPS MENGATASI PENYAKIT MURAI BATU

TIPS MENGATASI PENYAKIT MURAI BATU
TIPS MENGATASI PENYAKIT MURAI BATU
Ada saatnya di mana burung-burung yang kita pelihara mengalami kondisi yang kurang baik (sakit), untuk itu sebagai pecinta burung kita juga diharuskan mengetahui gejala-gejala yang terjadi serta penanganan terhadap gejala tersebut dengan cara yang tepat. Supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan menimpa pada burung-burung peliharaan itu. Burung yang sehat juga tergantung dari bagaimana si pemilik merawatnya, karena apabila tidak diperhatikan dengan baik maka burung yang dipelihara akan rawan terhadap penyakit, bahkan lebih daripada itu jika si pemilik tidak mengerti mengenai penanganan terhadap burung peliharaannya yang sakit, bisa jadi burung yang dipelihara akan mengalami kematian. Itu adalah sedikit gambaran yang menjelaskan betapa pentingnya pengetahuan mengenai penanganan burung bagi seorang pecinta burung demi kelangsungan burung peliharaan itu sendiri. 

Berdasarkan hal itu, penulis akan coba memaparkan tentang penyakit-penyakit burung dan cara mengatasinya, tetapi pada artikel ini apa yang akan dijelaskan penulis dikhususkan kepada jenis burung Murai Batu, dikarenakan peminat burung ini sendiri di Indonesia yang sangat banyak serta harganya yang memang mahal. Nah, Mungkin akan sangat disayangkan Murai Batu yang memiliki harga tinggi di pasaran yang telah menjadi milik anda, mati sia-sia hanya karena anda tidak mengerti gejala-gejala serta cara menanganinya. Padahal jika kita tau, penanganan terhadap burung jenis Murai Batu yang sakit juga tidak terlalu susah, bisa dengan cara alami ataupun melalui obat-obatan. Yang terpenting Adalah ketersediaan waktu anda serta keuletan anda dalam menanganinya. 

Berikut penyakit-penyakit yang biasa terjadi pada burung Murai Batu dan cara menanganinya:

Suara burung Murai Batu yang Serak
Penyakit ini juga sering terjadi pada burung Murai, ditandai dengan suara kicauan yang tidak jernih, tersendat-sendat, seperti ada sesuatu yang menganjal pada tenggorokan sang burung. Ada beberapa cara untuk menangani penyakit ini agar suara burung Murai merdu kembali, diantaranya : dengan meneteskan air perasaan daun lateng putih ke mata burung Murai, posisi burung diusahakan seperti menungging ketika meneteskan perasan daun lateng putih itu, agar lendir penyebab serak di tenggorokan Murai dapat keluar. Cara ini juga bisa dibarengi dengan memberi rebusan air sirih ke dalam minumnya, selain menghilangkan serak air sirih ini juga dapat dijadikan antibiotik burung murai.

Kutu yang terdapat pada bulu burung Murai Batu
Jika tidak segera ditangani dengan baik, kutu-kutu ini dapat menyebabkan kerontokan bahkan kebotakan pada bulu burung Murai itu sendiri. Pastilah jika ini terjadi, keindahan pada burung Murai tersebut akan berkurang. Untuk mengatasi dan menghilangkan kutu-kutu itu anda bisa melakukan cara sebagai berikut : menggunakan air bekas cucian beras sebagai air untuk memandikan burung Murai, lakukan cara ini secara rutin karena ternyata air bekas cucian beras itu mengandung zat yang dapat menghilangkan kutu serta dapat mengkilapkan bulu burung Murai tersebut.

“Senot” atau pembengkakan pada mata burung Murai
Penyakit ini bisa disebabkan karena pemberian pakan serangga yang terlalu over kepada sang burung, sehingga mata burung Murai akan mengalami pembengkakan. Biasanya juga disertai dengan mata berair. Jika tetap dibiarkan, gejala ini dapat mengakibatkan kebutaan pada burung. Cara yang dapat anda lakukan untuk menanganinya adalah dengan memperhatikan pemberian pola makan serangga pada sang burung, jangan terlalu kebanyakan, normalnya 5-15 serangga (jangkrik, ulat) per hari.

Bulu ekor yang lama tidak tumbuh
Sudah jelas bahwa salah satu keunikan yang paling gampang dilihat dari seekor burung Murai adalah ekornya yang panjang. Tetapi ada problem yang terdapat pada burung Murai yaitu kadang mengalami keterhambatan pertumbuhan ekor, ini biasa terjadi sehabis masa-masa mabung (ganti bulu). Untuk mengatasinya serta melakukan percepatan terhadap pertumbuhan ekor burung Murai tersebut yaitu dengan membersihkan pori-pori ekor burung dengan air hangat, untuk menghilangkan kotoran-kotoran pada ekor burung, dilanjutkan dengan menggunakan bawang putih untuk membersihkannya. Pemberian pakan belalang kepada sang burung juga berguna dalam pertumbuhan bulu karena mengandung vitamin E, atau anda juga bisa menambahkan vitamin-vitamin yang diperjualbelikan untuk lebih mengefektifkan pertumbuhan ekor burung murai tersebut.

Itulah beberapa penyakit-penyakit yang sering dialami oleh burung Murai Batu beserta cara-cara penanganannya. Semoga penjelasan dalam artikel ini dapat membantu dalam mengupayakan burung Murai Batu yang anda miliki menjadi lebih sehat. Terima kasih :) 

Oleh : Roma Doni
Referensi : http://fansburung.blogspot.com